Jumat, 03 Desember 2010

lagu cinta

lagu cinta


9 Syarat Hubungan Sehat

Posted: 03 Dec 2010 10:58 AM PST

Hubungan sehat adalah milik siapa saja. Siapa pun berhak untuk merasakannya. Termasuk Anda. Tetapi, seperti apakah ciri-ciri hubungan yang sehat itu? Simak 9 hal berikut ini:

1. Kebahagiaan Milik Anda
Sebaik atau seburuk apa pun perilaku pasangan, keputusan untuk merasa bahagia tetap ada di tangan Anda. Ingat, orang lain tak selalu bisa memberikannya, termasuk orang yang paling mencintai Anda. Dengarkanlah kata hati, apa yang membuat bahagia atau tidak, sebab di sanalah letak kejujuran. Hubungan sehat merupakan hubungan yang menghargai kebahagiaan, bukan sekadar “status”. Intinya, sayangi diri Anda.

2. Buatlah Perjanjian
Mau di bawa ke mana hubungan ini, tergantung Anda dan si dia. Membuat sebuah komitmen awal merupakan salah satu solusi tepat. Ini merupakan cara untuk menghormati hak dan kewajiban satu sama lain. Ajaklah pasangan untuk membicarakannya. Apa saja yang diharapkan dari hubungan ini. Buatlah kata sepakat tanpa perlu berdebat. Setelah itu, hormati komitmen bersama.

3. Saling Percaya
Ketahuilah kalau makna sebuah hubungan bukanlah saling mengekang melainkan berbagi. Posesif tak selamanya bisa digunakan sebagai wujud cinta jika salah satu pihak merasa tak nyaman dengan pola itu. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya akan meminimalisir kehadiran pikiran-pikiran negatif yang bisa meretakkan hubungan.

4. Respek
Menghormati apa yang Anda inginkan dan tidak, termasuk dalam hal seks, memberikan kebebasan waktu, kebebasan untuk mengutarakan pendapat, kebebasan untuk membicarakan permasalahan bersama-sama, merupakan wujud sehatnya hubungan. Namun, jangan gunakan kebebasan ini semena-mena, ya. Perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

5. Kasar Bukanlah “Sebab-Akibat”
Tindakan untuk berkata atau berbuat kasar bukanlah sebuah “sebab-akibat”, itu merupakan pilihan. Jangan begitu saja menerima perkataan, “Aku kasar karena tindakan kamu”. Jika benar ia sayang, tentu akan memilih cara baik-baik dalam menyelesaikan setiap masalah. Jadi, jika Anda dan pasangan sedang dalam situasi “panas”, usahakan untuk menenangkan pikiran dulu, jangan biarkan mulut dan tangan mengambil alih kendali.

6. Memaafkan dan Minta Maaf
Bukan hanya sekadar kalimat, “Ya, aku memaafkan kamu,” tapi juga harus diikuti dengan komitmen untuk tak lagi melakukan hal yang sama. Belajar dari masa lalu merupakan salah satu cara membina hubungan yang sehat. Satu lagi, jika merasa salah, jangan ragu untuk mengakui kesalahan. Kata maaf tak menunjukkan kegagalan atau kelemahan, kok, tapi merupakan bukti penghormatan akan perasaan orang lain.

7. Tingkatkan Rasa Humor
Menghabiskan waktu berdua tetap menjadi cara efektif untuk menghangatkan hubungan. Habiskan waktu secara berkualitas, mencoba membicarakan tentang perasaan masing-masing walau sambil makan malam  atau setelah nonton bareng. Perbanyak waktu untuk menceritakan hal-hal lucu. Pasalnya, tertawa mampu membuat perasaan negatif berubah menjadi positif.

8. Memberi Dukungan
Beri dukungan jika si dia memutuskan untuk melakukan hal yang baik bagi masa depannya, seperti sekolah atau mengembangkan karier di luar negeri. Ini akan membuatnya merasa sangat dicintai. Ia tentu akan melakukan hal yang sama jika benar ia memiliki cinta sejati untuk Anda. Termasuk dukungan untuk membina hubungan yang lebih baik.

9. Selesaikan Masalah
Memendam masalah hanya karena tak senang berdebat bukanlah cara yang tepat. Ibarat bom waktu, kekesalan yang menumpuk lama kelamaan bisa meledak juga. Untuk itu, lakukan komunikasi dengan pasangan untuk menyelesaikannya. Ingat, ini bukan mencari siapa yang benar atau salah, tapi mencari cara yang tepat untuk menggabungkan keinginan satu sama lain dan menyampingkan sikap egois. kompas.com

cinta dan segala kerumitannya

Posted: 03 Dec 2010 01:41 AM PST

Istilah “It’s Complicated” mungkin baru tenar beberapa tahun terakhir ini. Istilah tersebut awalnya digunakan oleh sebuah situs jejaring sosial untuk menerangkan status hubungan si pemilik akun. Kini, istilah itu makin mewabah, bahkan menjadi judul salah satu buku Alexandra Dewi, “It’s Complicated: Teman Sharing Ketika Hubungan Menjadi Rumit“.

Banyak buku diterbitkan untuk menjelaskan dan membuai orang tentang cinta dengan cara yang penuh romansa dan manis-manis. Tetapi Alexandra Dewi, dalam buku barunya justru memaparkan segala hal yang rumit tentang cinta.

“Untuk siapa saja yang merasa asmaranya saat ini dalam posisi membingungkan alias complicated, or you feel stuck, buku ini ditulis dengan harapan just to make you feel a little bit better, little less confused. I do not believe there are any single easy answer. Nasihat dari para ahli terkenal sejagat pun, it should in no way be used as a substitute for your own common sense,” tulis Alexandra dalam kata-kata pengantarnya.

Buku yang proses penulisannya memakan waktu hanya 4 bulan ini dituliskan dengan bahasa yang gamblang. Seperti bicara dengan teman, lengkap dengan kata-kata sehari-hari, dicampur istilah-istilah dalam bahasa Inggris, bahkan istilah anak-anak muda sekalian. Dalam tutur kata yang santai itu, Alexandra menyusun 19 bab dalam buku ini dengan cerita-cerita mengenai kegalauan-kegalauan yang dialami oleh masyarakat perkotaan, mulai dari cinta bertepuk sebelah tangan, perselingkuhan, cewek matre, setelah putus susah untuk move on, dan banyak hal lain yang sebenarnya sudah lumrah terjadi di dunia percintaan, tetapi kadang tabu untuk dibicarakan. Atau bahkan, takut untuk dibicarakan karena takut dihakimi oleh orang yang mendengarkan. Mereka yang punya masalah percintaan, kadang punya keinginan untuk bercerita kepada orang lain, tetapi enggan atau malu. Nah, di situlah buku ini berada. Menjadi teman berbagi kisah dan kadang tersempil nasihat-nasihat kecil tanpa bermaksud mengajarkan atau mendikte si pembaca. Cocok untuk menemani saat-saat sedang galau dan memiliki waktu luang untuk membaca dan “mengintip” pengalaman orang lain yang “senasib sepenangggungan” dalam bidang cinta.

Dalam peluncuran buku yang dilangsungkan di toko buku Kinokuniya, Kamis (2/12/2010), Alexandra Dewi bertutur, buku ini diciptakan berdasar cerita-cerita yang ia dengar dari teman-teman dan orang-orang di sekitarnya, kemudian ia coba kaitkan dengan dunia psikologi. Tetapi karena dari awal konsepnya adalah dalam bentuk “sharing“, buku ini  bertindak seperti teman, bukan untuk mengajarkan atau menghakimi, tetapi memaparkan keadaan segamblang mungkin, namun keputusan akan kembali kepada Anda, yang sedang merasa rumitnya menjalin cinta. “Karena orang luar bisa menghitung kasar dan memperkirakan, tetapi yang merasakan kan kita, dan logika amat sulit bergabung dengan perasaan,” jelas Alexandra mengenai bukunya yang sudah ada di toko-toko buku besar yang dijual seharga Rp 45.000 itu.

“Saya berharap buku ini dapat membuat Anda yang membaca  merasa sedikit lebih baik dan rasa kebimbangan yang Anda rasakan dapat sedikit berkurang. Saya juga berharap, buku ini dapat menjadi teman yang ikut merasakan apa yang Anda rasakan serta memberi kekuatan untuk dapat memaknai lebih dalam lagi mengenai arti cinta yang sesungguhnya,” tutup Alexandra.

Alexandra Dewi adalah lulusan Bachelor Business Administration dari American College for the Applied Arts, saat ini menjabat sebagai Managing Director Sun Hope Indonesia, co-owner butik Secret Wardrobe, juga pernah menerbitkan beberapa buku, seperti I Beg Your Prada, Queen of Heart, The Heart Inside the Heart, dan Little Pink Book. kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar