Selasa, 04 Januari 2011

lagu cinta

lagu cinta


Tanda-Tanda si Dia Minta Putus Cinta

Posted: 04 Jan 2011 05:28 PM PST

BEBERAPA hal tidak dimaksudkan secara harfiah atau lewat komunikasi verbal. Saat Anda tak bisa tahu ke mana hubungan akan diarahkan, jangan-jangan dia justru mengirimkan sinyal putus cinta.

Jika hubungan Anda mengarah ke selatan, tetapi Anda tidak siap melihatnya, gunakan panduan berikut sebagai tanda bahwa sudah waktunya untuk menghadapi beberapa fakta si dia minta putus cinta, seperti diulas Sheknows.

Dia menjauh

Jika pacar Anda biasanya penuh perhatian dan kasih sayang, sikapnya yang tiba-tiba menjauh dapat berarti buruk bagi hubungan. Tetap perhatikan situasi hubungan, dan jika dia tetap menjaga jarak atau lebih tertutup, Anda bisa melihat akhir cinta akan segera tiba.

Anda tidak lagi jadi prioritas

Adalah normal untuk hubungan menuju tingkat lebih dalam di mana Anda ingin saling mengenal pribadi dan dekat satu sama lain. Namun jika dia kerap menolak rencana beraktivitas bersama, bisa jadi dia kehilangan minat terhadap hubungan.

Tak mengapa melakukan kegiatan secara terpisah, tetapi tentu jangan sampai pada titik di mana Anda berdua hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama.

Dia moody

Semua orang bisa moody. Namun jika dia tampak ekstra moody alias rewel setiap kali bersama Anda, ini bisa menjadi tanda dia ingin memutuskan cinta, tetapi tidak tahu bagaimana mengatakannya pada Anda. Apalagi, jika dia tidak dapat memberi alasan yang masuk akal untuk perilakunya yang mudah berubah.

Perhatikan situasi hubungan dan jika semakin memburuk, mungkin waktunya Anda memutuskan cinta sebelum dia menggantungkan status hubungan. okezone.com

Cinta Seorang Gadis Cantik

Posted: 04 Jan 2011 05:04 PM PST

Cerpen I Putu Gede Pradipta
Sekarang aku harus menggadaikan cintaku di tempat ini. Aku harus bersabar menunggu setiap lelaki yang sudi mampir walau hanya berbekal cinta kilat dan akan lenyap dalam semalam saja.

Suatu hari, saat matahari berada pada titik tertinggi, tepat di atas kepala. Pada saat itulah aku merasa sangat cemas pada keadaanku. Pada tubuhku yang mulai tak biasa. Ada sesuatu yang tak biasa akhir-akhir ini. Aku tak begitu paham apa yang terjadi, tapi, mungkin inilah keanehan yang baru kuketahui bahwa aku memilikinya. Keanehan ini berada di dalam tubuhku. Sebentar lagi. Aku menemuimu Tuhan.

Aku seorang perempuan yang beranjak dewasa. Dengan tinggi 160 cm. Rambut hitam panjang, melewati pundak. Aku terlihat cukup sempurna di mata lelaki. Setidaknya, itu kuketahui dari bisik-bisik mereka tentangku. Kenapa aku tahu? Menguping? Tentu tidak. Sebagian karena mereka terang-terangan mengatakannya di depanku. Menggodaku, tapi aku cuek saja.

Banyak teman lelaki, sekelas atau dari kelas lain juga dari kakak tingkat yang mendekatiku. Aku sempat merasa begitu tersanjung, kagum pada diriku sendiri. Aku merasa begitu populer di sekolah. Jika hari valentine tiba, bisa dipastikan akulah gadis yang paling banyak menerima ucapan selamat di tanggal 14 Februari itu. Entah melalui pesan singkat, sapaan langsung, kartu ucapan, mawar, coklat, boneka, kado, dll. Sebagain dari pemberian para lelaki itu, aku tak berencana ingin memilikinya.

Tak jarang aku harus terbiasa dengan hari valentine yang selalu mengundang dan memunculkan niat para lelaki untuk menyatakan cintanya padaku. Tapi kutolak semua. Tak ada lelaki yang kucintai. Mungkin karena banyaknya jumlah mereka, aku tak yakin dengan lelaki-lelaki itu. Setidaknya belum, belum kujumpai lelaki yang sungguh-sungguh mencintaiku.

Kau penasaran? Kenapa tak ada lelaki yang kuterima cintanya? Karena aku masih ingin sendiri. Menikmati hari. Sendiri itu menyenangkan. Aku bisa meluangkan waktu untuk belajar atau membaca banyak hal. Aku ingin belajar banyak hal, ingin tahu mengenai hal-hal yang tak kutetahui.

Terkadang sempat terlintas dipikiran, keinginan memiliki pendamping. Dan terkadang aku lebih yakin tentang jodoh yang tak akan lari kemana pun. Lebih yakin lagi, bila sudah jodoh, pasti dia yang entah siapa akan jadi pacarku suatu saat nanti.

Orang tuaku malah tak sependapat tentang sikapku itu. Mereka selalu bertanya padaku, mengapa aku tak juga memiliki pacar. Mereka sangat khawatir. Berkali-kali pertanyaan mereka kutepis dengan pernyataan, aku masih mau menyelesaikan studiku dulu. Enteng, bukan. Itulah aku yang tak ingin direpotkan mengenai lelaki.

Tetapi, jawabanku itu tidaklah cukup untuk memuaskan rasa ingin tahu kedua orangtuaku. Setiap makan malam, mereka selalu memberondongku dengan segudang pertanyaan juga bujukan. Dari makan malam ke makan malam berikutnya. Dari hari ke hari. Hingga waktu berputar lagi, dari pagi, malam dan pagi kembali serasa menggangggu. Selalu muncul lagi pertanyaan-pertanyaan mereka di benakku.

"Mama takut, kamu tak menyukai lelaki," kata ibuku.

"Atau jangan-jangan…" kakakku mendadak menimpali.

"Maksudnya?" ibuku penasaran.

Kedua oarangtuaku sepertinya tak sabaran melihatku menggandeng seorang lelaki. Mereka mulai aneh dan terlalu jauh menafsirkan tentang diriku. Begitu juga kakaku itu. Tapi, apakah benar yang dikatakan mereka itu? Kurasa tidak. Aku baik-baik saja.

* * *

Bermula dari ajakan sahabat satu kampusku. Suatu hari dia menelponku, menanyakan keberadaanku.

" Cin, kamu lagi dimana?" katanya.

Dia masih memanggilku seperti dulu, cinta, disingkat dengan cin. Panggilan akrab seorang dari seorang sahabat.

"Sudah lulus ya?" dia keheranan. "Wah, hebat. Kalau begitu kamu harus traktir aku ya?" desaknya.

Dan aku mengiyakan ajakannya. Aku sudah berjanji padanya, dulu, ketika masih bersama-sama kuliah menempuh pendidikan S1. Kami berteman akrab. Satu kos. Saling curhat, kadang sampai pagi dan tidurpun seranjang. Maklum kami selalu mencari tempat kos yang murah meriah.

Akhirnya, malam itu kami tertawa. Girang dan bahagia. Cekikikan, terbahak, sesekali saling meledek seperti masa SMA dulu. Banyak hal yang kami ulas dan ceritakan. Tentang dia yang kini sudah memiliki suami dan anak. Tentang diriku yang masih lajang hingga usia 30 tahun. Tentang segala hal. Juga tentang teman-teman cowok yang sering pdkt ketika SMA dulu. Kami hanyut dalam obrolan tanpa ujung itu.

Sampai waktu di jam tangan menunjukkan dini hari. Tak terasa waktu cepat berlalu. Begitulah obrolan yang selalu mampu meringkas waktu. Dan akhirnya, dia menawariku untuk menginap dirumahnya.

Aku mengiyakannya. Tak curiga atau berprangka buruk padanya. Toh sejak kuliah kami memang selalu bersama.

"Yang penting tak mengganggu keluargamu," kataku, sambil tersenyum.

"Mumpung suamiku lagi tak ada," jawabnya, juga dengan senyuman.

* * *

Sekarang aku harus menggadaikan cintaku di tempat ini. Aku harus bersabar menunggu setiap lelaki yang sudi mampir walau hanya berbekal cinta kilat dan akan lenyap dalam semalam saja. Dari malam ke malam begitulah, aku menunggu lelaki demi lelaki yang sudi mampir.

Apa kau mau tahu pekerjaanku? Pekerjaan menunggu lelaki. Itu yang kulakukan. Pekerjaan yang sangat tak sesuai dengan keahlianku. Aku seorang sarjana. Dikatakan, seorang yang berpendidikan tinggi. Tapi kini berusaha merelakan, menggadai tubuhku di tempat pelacuran ini.

Temanku, yang setahun lalu mengajakku makan malam untuk merayakan kelulusanku lalu menawariku untuk menginap, ternyata ia dan suaminya adalah sepasang mucikari. Aku ditipu olehnya. Aku disekap dan diancam setelah sempat menginap dirumahnya. Semenjak itu aku dipaksa melayani setiap lelaki yang datang ke rumahnya. Rumahnya tempat pelacuran yang berkedok salon kecantikan.

Kini walaupun temanku dan suaminya sudah ditangkap polisi. Ketika ada seorang polisi yang tak sengaja datang untuk pelesiran. Dan tak sengaja pula dia memilihku untuk melayaninya malam itu. Dan tak sengaja pula malam itu kami hanya bercerita panjang lebar hingga tak sengaja kusampaikan siapa aku dan mengapa bisa berada ditempat ini.

Entah kebetulan, esoknya, tempat pelacuran yang telah menyekapku sekian tahun diciduk polisi. Dipimpin langsung oleh lelaki yang semalam minta ditemani olehku.

* * *

Ah, sekarang aku menyesal. Menyesal dengan semua penolakan yang pernah kulakukan pada lelaki yang datang membawa cintanya padaku. Menyesal karena aku terlalu fokus, sentimental berlebihan dan teramat mementingkan studiku, menggilai studi tepatnya. Menyesal karena aku merasa cantik. Merasa paling cantik dari perempuan kebanyakan. Menyesal pada pernyataanku sendiri bahwa bila sudah jodoh, pasti dia yang entah siapa akan jadi pacarku suatu saat nanti. Sehingga saat itu aku luput pada lelaki yang tak pernah kusadari begitu mencintaiku dengan sepenuh hati.

Dialah polisi yang menyelamatkanku. Dia juga temanku di sekolah menengah dulu. Dia berniat menikahiku. Tapi aku menolaknya. Aku telah kehilangan kesucianku, tak akan mampu memberi keturunan padanya. Aku divonis mengidap kanker rahim juga HIV. Dan umurku tak lama lagi.

Suatu hari, saat matahari berada pada titik tertinggi, tepat di atas kepala. Pada saat itulah aku merasa sangat cemas pada keadaanku. Pada tubuhku yang mulai tak biasa. Ada sesuatu yang tak biasa akhir-akhir ini. Aku tak begitu paham apa yang terjadi, tapi, mungkin inilah keanehan yang baru kuketahui bahwa aku memilikinya. Keanehan ini berada di dalam tubuhku. Sebentar lagi. Aku menemuimu Tuhan.

Denpasar, 15 Desember 2010

I Putu Gede Pradipta tinggal di Denpasar-Bali. Sempat menempuh pendidikan biologi di dua universitas berbeda walau cuma beberapa semester. Buku elektronik (eBook) puisinya telah terbit bekerjasama dengan evolitera. kompas.com

Ada Masalah Cinta dengan Tentara, Bidan Bunuh Diri

Posted: 03 Jan 2011 10:14 PM PST

Kisah asmara berakhir pilu. Seorang bidang, DS, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Gara-garanya, bidan yang masih menjalani masa Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu sedang punya masalah cinta dengan pacarnya, ED, seorang tentara.

DS ditemukan dalam posisi gantung diri di pintu kamarnya rumahnya, jalan Menteng, Tanjungpinang, Minggu (2/1). Informasi yang didapat Batam Pos (Grup JPNN), korban ditemukan pacarnya gantung diri didepan pintu kamarnya dengan menggunakan syal, sekitar pukul 17.00 WIB. DS yang sudah tidak sadarkan diri, pertama kali ditemukan oleh ED.

Mendapati DS gantung diri, ED langsung memanggil saudara DS yang saat itu berada di lantai bawah. Berharap saat itu nyawa DS bisa tertolong, pihak keluarga langsung melarikannya ke Rumah Sakit Angkatan Laut(RSAL).

Sayangnya, pihak RSAL memastikan nyawa korban sudah melayang. Jasad korban dibawa lagi ke rumah duka di jalan Menteng. Tidak jelas apa yang melatarbelakangi aksi nekad korban hingga gantung diri. Namun menurut sumber dilapangan, korban bunuh diri akibat masalah cinta dengan pacarnya yang seorang anggota TNI. Pihak keluarga korban mengaku ikhlas dengan kepergian DS. Karenanua, pihak keluarga memilih tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Arif Budi Purnomo, saat dikonfirmasi sehubungan kasus bunuh diri ini, membenarkan adanya kasus tersebut. Meskipun keluarga mengiklaskan kematian korban, karena kematian korbn tidak wajar, kepolisian minta jasad korban divisum. Dijelaskan Arif, langkah pemeriksaan ini bukan berarti mencurigai orang lain.

“Hanya untuk memastikan kalau ia memang mati karena gantu diri, bukan sebelum gantung diri dia sebenarnya telah mati, ini bisa diketahui,” terangnya. Namun karena keluarga korban lagi berduka dan sejauh ini keluarga korban tidak mau melaporkan kasus tersebut, dan tidak ingin korban di visum, polisipun tidak bisa memaksakan. Kepolisian pun bisa menghargai sikap pihak keluarga DS. jpnn.com

Efek Musik Romantis Bagi Kehidupan Cinta

Posted: 03 Jan 2011 10:13 PM PST

Apakah Anda suka mendengarkan musik romantis? Ini ternyata memberi efek positif untuk membuka hati pada pria. Musik romantis atau bertema cinta memberi semangat untuk mulai berkencan bagi si lajang.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil penelitian psikolog asal Prancis, Nicolas Gueguen dari Heriot Watt University, Inggris.

Gueguen merekrut 183 mahasiswi usia 18-20 tahun. Ia mengatakan kepada para mahasiswa bahwa mereka akan menjadi bagian dalam tes riset. Setelah mereka berkumpul, ia mengatakan bahwa mitra penelitian datang terlambat.

Mereka diminta menunggu di sebuah ruangan dengan latar suara lagu-lagu cinta, pop dan musik yang sama sekali tidak romantis. Lalu, masing-masing diminta menuju ruang pengujian, di mana seorang aktor pria berusia 20 tahun, dengan penampilan rata-rata, sudah duduk menunggu.

Tiap wanita kemudian menghabiskan waktu lima menit bersama dengan pria tersebut untuk berdiskusi soal penelitian. Kemudian, si aktor dikondisikan untuk mengajak tiap wanita berkencan.

Hasilnya, 52 persen wanita yang baru saja mendengarkan lagu romantis langsung memberikan nomor kontak pada pria tersebut. Hanya 28 persen wanita yang baru saja mendengarkan musik pop, yang memberikan nomor telepon.

Penelitian yang dipublikasi dalam Journal Psychology of Music, ini hanya melihat efek musik romantis pada wanita. Menurut profesor psikologi dari Heriot Watt University, Adrian North, melakukan penelitian untuk melihat efek musik romantis pada pria akan jauh lebih sulit.

“Bahayanya adalah bahwa jika Anda melakukan percobaan yang sama, semua pria bisa langsung mengatakan ‘Ya’,” kata North seperti dikutip dari Daily Mail. vivanews.com

Pencarian cinta terbanyak yang masuk ke sini

  • kata-kata mutiara untuk cewek (1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar