Senin, 29 November 2010

lagu cinta

lagu cinta


sekilas gambaran tentang bidadari surga

Posted: 29 Nov 2010 03:16 AM PST

“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (Qs. Ash-Shaaffaat [37]: 48-49)

“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.” (Qs. Shaad [38]: 52)

“Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

” (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 56) “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 58) “Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik.” (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 70)

(Bidadari-bidadari) yang jeli, putih bersih, dipingit dalam rumah.” (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 72)

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 74)

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.” (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 76) “mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” (Qs. Ath-Thuur [52]: 20)

Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Qs. Al-Waaqi'ah [56]: 22-23) “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Qs. Al-Waaqi'ah [56]: 35-37)

Gambaran Bidadari dalam Hadits Ath-Thabarany menuturkan, kami diberi tahu Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, kami diberitahu Amru bin Hisyam Al-Biruny, kami diberitahu Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya, dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, "Saya berkata,"Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli"." Beliau menjawab,"Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar."

Saya berkata lagi,"Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, "˜Laksana mutiara yang tersimpan baik."(Al-Waqi’ah: 23) Beliau menjawab,"Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia." Saya berkata lagi,"Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, "˜Di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (Ar-Rahmaan: 70) Beliau menjawab,"Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jeli."

Saya berkata lagi,"Jelaskan padaku firman Allah, "seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik." (Ash-Shaaffaat: 49) Beliau menjawab,"Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur." Saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah, "˜Penuh cinta lagi sebaya umurnya." (Al-Waaqi’ah: 37) Beliau menjawab,"Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban.

Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya." …………….

Seks, Bukan Sekedar Alat Berkembang Biak

Posted: 29 Nov 2010 01:01 AM PST

Ironis, miris! Itu kata-kata yang keluar tanpa sadar, meluncur begitu saja dari mulut saya, ketika melihat kenyataan sepasang anak manusia saling mencaci dan membunuh nurani sendiri, hanya karena seks! Mereka tidak malu lagi untuk bertengkar di depan muka saya. Risih rasanya kena hamparan energi ‘busuk’ dari rasa marah dan benci sepasang anak manusia.

Ini kisah sepasang pengantin yang masih muda usia. Pernikahan mereka baru berjalan tahun ketiga. Mereka memiliki anak mungil yang cantik berusia dua tahun. Pasangan ini datang dengan kendaraan masing-masing, sebagai ciri orang yang sedang ber-’problem relasi’.

Terkesan sekslah yang menjadi biang keladi dari masalah mereka. Seks pula yang membuat mereka ‘terpaksa’ terikat menjadi sepasang suami istri. Karena seks pula, lahir seorang anak di antara mereka.

Mereka setuju, masalah yang mereka hadapi, dituliskan untuk media masa. Diharapkan, banyak pasangan belajar dari masalah mereka dan terhindar dari neraka dunia yang diciptakan sendiri.

Karena seks, seseorang akhirnya ‘ditangkap’ untuk menikah! Mereka akhirnya dinobatkan menjadi sepasang suami istri dengan keadaan wanita sudah mengandung enam bulan. Janin tersebut hasil perbuatan seks yang tidak direncanakan. Perbuatan seks ini tidak didasari cinta kasih, hanya sekedar pelampiasan birahi dan rasa ingin tahu akan rasanya.

Ketika mereka resmi hidup serumah dengan ‘label’ suami istri, mereka kaget dengan segala yang mereka hadapi. Mulai dari kebiasaan masing-masing sampai jalan pikiran. Tidak satupun yang mereka dapatkan untuk bisa hidup harmonis. Kemana keromantisan saat mereka mampu mencetak seorang janin di antara mereka?

Kelahiran anak tak berdosa di antara mereka, tidak bisa membuat mereka menjadi sepasang orang tua yang memberi kenyamanan hidup untuk jiwa anaknya. Akhirnya, mereka memilih jalan hidup masing-masing tetapi tinggal dalam satu atap. Karena, hukum masyarakat kita masih banyak yang menabukan perceraian!

Pisau Bermata Dua
Saat ini, aktivitas untuk menyalurkan kebutuhan biologis sebagai pasangan suami istri sudah tidak pernah dilakukan. Mereka lebih sering saling menyakiti daripada berkasih mesra. Dalam keseharian, mereka kadang membawa pacar masing-masing ke rumah.

Seks merupakan aktivitas fisik dan psikis yang bermata dua, bisa menjadi obat yang ampuh, tetapi bisa menjadi senjata yang mematikan bagi jiwa. Seks yang dilakukan sembarangan, apalagi dengan keadaan setengah mabuk karena minuman dan arena pergaulan ‘bebas’, akan membuat bencana hidup untuk selanjutnya.

Demikian juga yang terjadi dengan pasangan contoh ini. Mereka tidak sadar melakukan hubungan seks tanpa rencana. Padahal, yang mereka lakukan bisa membuahkan seorang anak manusia dan sebagai orang tua, mereka harus bertanggung jawab.

Kita seharusnya sadar, melakukan seks bisa mengakibatkan kehamilan. Jika melakukan hubungan seks sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologis, berhubungan badan, sebaiknya pakailah alat pencegah kehamilan. Hal ini, tentu saja, jika dilakukan dalam kondisi sadar, ingin melakukan hubungan seks tanpa ingin mengakibatkan kehamilan.

Kita mempunyai tubuh dan pikiran. Sebagai manusia yang hidup dengan berkesadaran, kita yakin hukum sebab akibat yang menjadi dasar kehidupan manusia ada pada kita. Setiap aksi kita pasti menimbulkan reaksi positif dan negatif untuk kehidupan itu sendiri.

Nah, isilah kehidupan rumah tangga kita dengan kenikmatan yang diberi Tuhan. Yaitu, hidup sebagai pasangan yang bisa menciptakan surga duniawi. Artinya, melakukan hubungan seks dengan makna "bercinta" dengan segenap jiwa raga, bukan melakukan seks hanya karena mau! Tetapi harus ada arti yang mendalam untuk jiwa kita.

Makna Hubungan Seks
Dalam aliran Tantra, Kamasutra, TAO, dan sejenisnya, kita diajarkan bahwa energi yang saling bertukar ketika aktivitas seks dilakukan akan mengalir keseluruh jiwa kita dan mengisi setiap relung sanubari. Disinilah rahasianya, mengapa orang yang mengumbar hawa nafsunya untuk melakukan hubungan seks dengan sembarang orang, jiwanya serasa berhutang terus! Berhutang pada keyakinan bahwa seks tidak bisa menenangkan jiwanya! Seks hanya aktivitas fisik, sama seperti olah raga yang menghasilkan gesekan dan keringat dan lenguhan kepuasan semu yang sesaat.

Seks seharusnya menjadi arena peleburan batin dua orang yang saling mencintai. Sebab cinta mengajarkan pasangan untuk mengalirkan energi, lebih dari sekadar sentuhan fisik. Sehingga, pasangan yang bercinta dengan batin, akan merasakan hubungan medan elektrik itu. Bahkan, medan elektrik tersebut masih terasa ketika mereka tidak bersentuhan atau tidak berada dalam tempat yang sama.

Dalam istilah Jawa kuno, hubungan seks dinamakan Asmaragama. Asmara berarti percintaan dan gama berarti senggama. Dengan demikian, kita memaknai seks itu seni bercinta yang memadukan dua tubuh dan dua jiwa pelakunya.

Banyak orang terbiasa melakukan hubungan seks dengan banyak orang dan tidak terikat perasaan dan emosi. Tetapi jiwa mereka tetap merasa kosong jika belum melakukan hubungan seks dengan orang yang benar-benar dicinta dan yang mengisi seluruh lubuk hatinya. Disinilah, kita melihat perempuan atau lelaki yang hanya melakukan hubungan seks sekedar melampiaskan nafsu birahi, sebagai ajang saling menggesek kulit.

Jadikanlah hubungan seks sebagai perbuatan berkasih sayang yang bertanggung jawab! Bukan saja pada diri sendiri, juga pada orang lain. Hanya dengan berkesadaran dengan cinta kasih maka seks pantas dilakukan. Jangan pernah mengadaikan perasaan cinta untuk seks sesaat.

Jangan membuat hidup kita menderita karena seks. Seks adalah kebutuhan biologis setiap manusia. Dengan seks kita belajar mengontrol emosi, belajar memahami orang lain, belajar mengendalikan ego, dan belajar menyatukan kejiwaan kita menuju hidup harmonis.

Seks bukan sekedar alat untuk berkembang biak. Tetapi, seks adalah tanggung jawab jiwa yang akan menentukan nasib generasi-generasi selanjutnya. Jangan melakukan hubungan seks karena sekedar ‘iseng’ dan mau! Tapi sadarilah, dengan melakukan hubungan seks, kita sudah bertukar energi kejiwaan dengan pasangan ‘main’. Disitulah kita melakukan keterikatan energi yang tidak terlihat mata fisik dan jiwa kita bertanggung jawab atas perbuatan fisik yang kita dilakukan! detik.com

Mengapa Kekasih Belum Mengganti Status “Single” di Facebook?

Posted: 29 Nov 2010 12:49 AM PST

ANDA bangga berhasil mendapatkan cinta pria idaman banyak teman wanita. Anda ingin berbagi kebahagiaan dengan teman-teman Facebook. Masalahnya, si dia masih mencantumkan status "Single" pada profil Facebook-nya.

Sebelum Anda salah paham, luangkan waktu untuk mempertimbangkan alasan mengapa ia belum mengganti status hubungannya. Berikut, seperti diulas Galtime.

Bukan sesuatu yang mudah

Dalam salah satu adegan film klasik "The Social Network", Eduardo Saverin, salah seorang pendiri Facebook menghadapi wajah murka kekasihnya karena belum juga memperbarui status hubungannya. Ternyata alasannya, dia tidak tahu bagaimana mengubahnya.

Pendirinya saja belum terlalu mahir menggunakan Facebook, bagaimana jutaan pria lainnya? Faktanya, tidak semua pria punya keterampilan yang sama berhadapan dengan internet, khususnya situs jejaring sosial.

Bila si dia tetap mencantumkan status "single" saat sudah merajut asmara bersama Anda, mungkin ia mendefinisikan kata ‘Single’ secara berbeda.

"In relationship" bisa bermakna samar, tidak selalu berarti "Punya kekasih". Apalagi dalam situs jejaring sosial, akurasi informasi tidak selalu terjamin kebenarannya. Toh, Anda telah memiliki hatinya.

Tidak terpikir

Berapa kali Anda log in ke Facebook hanya untuk memeriksa berita atau pesan terbaru, tapi akhirnya tergoda ingin main Farmville atau Mafia Wars? Hal ini banyak terjadi.

Bagi sebagian orang, profil adalah salah satu hal yang mereka update saat sign up ke Facebook, dan seterusnya, hampir tidak pernah disentuh lagi.

Jika kekasih Anda bukan tipe pria yang benar-benar senang berteman lewat situs jejaring sosial, bisa jadi dia belum juga mengubah status hubungan karena lupa. Dia menganggapnya membuka Facebook tidak lebih seperti membuka Google.

Berbeda dengan Anda yang menjadikan situs jejaring sosial bagian dari jaringan pertemanan dalam kehidupan nyata.

Memalukan atau mengganggu

Anda memiliki seorang teman yang telah menikah tapi terlambat mengganti statusnya di Facebook. Beberapa bulan kemudian, dia menyadari bahwa foto profil dan statusnya masih tercatat sebagai ‘Single’. Dia pun mengubah statusnya, dan apa reaksi sesudahnya?

Setidaknya puluhan teman-temannya meninggalkan pesan, seperti “Ha ha ha… apakah suami kamu tahu?” atau “Kok aku enggak diundang ke pernikahanmu?”, dan banyak komentar lainnya ketika orang mengubah status mereka.

Bagi pria, komentar tersebut membuatnya tidak nyaman karena menyinggung kehidupan pribadinya, yang mungkin dapat meluap di dunia online.

Jika Anda tahu bahwa di dalam hati si dia selalu ada cinta untuk Anda, berikan ruang privasi untuknya. Dan ketika Anda ingin dia mengubah statusnya, jadikan hal tersebut tetap menyenangkan.

Terlalu cepat

Dalam dunia online saat ini, mengubah status hubungan memiliki konsekuensi yang tidak ringan. Anda mungkin pernah melihat status seorang, dari ‘Single’ ke ‘In Relationship' lalu menjadi ‘It’s complicated’, dan kembali lagi ke ‘Single’ hanya dalam beberapa waktu. Tentu, Anda tidak ingin menjadi seperti orang tersebut, begitu pun si dia.

Jika Anda baru mulai berkencan, jangan terlalu berharap si dia akan segera mengubah status sampai dia merasa hubungan melangkah lebih serius. Anda bahkan mungkin membuatnya tidak nyaman dengan mengubah status profil terlalu cepat.

Waktu terbaik untuk mengubah status menjadi “In Relationship” adalah saat Anda berdua sudah merasa nyaman memanggil masing-masing sebagai "kekasih". Okezone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar