Kamis, 24 Maret 2011

lagu cinta

lagu cinta


Cinta atau Nafsu

Posted: 24 Mar 2011 07:30 PM PDT

Cinta atau Nafsu. Banyak faktor yang membuat rasa cinta tumbuh. Seiring dengan perjalanan cinta, rasa cinta dan nafsu pun susah dibedakan. Jadi bagaimana Anda tahu apakah itu cinta atau nafsu

Seorang Antropolog dari Rutgers University, Professor Helen Fisher, menjelaskan cinta dan nafsu itu berbeda. Nafsu dapat muncul seiring perjalanan cinta seperti dikutip dari howstuffworks, Kamis (24/3).

Fisher mengatakan, antara cinta dan nafsu ada komponen emosional dan fisiologis yang berbeda. Romantisme dan perasaan cinta seseorang mendorong dopamin dan kadar serotonin, yang menyebabkan perasaan gembira dan hilangnya nafsu makan. “Ketika kita sampai ke titik perasaan tersebut dan makin panjangnya jangka percintaan, tubuh kita menghasilkan lebih banyak oxytocin (dikenal sebagai “hormon cinta”).

“Sementara gairah seks dan nafsu untuk seks dapat datang selama proses percintaan yang dihasilkan oleh kadar testosteron yang meningkat, baik pada pria maupun wanita. Semakin tingginya kadar testosteron menginspirasi perasaan yang terfokus pada perhatian dan gairah seksual,” jelasnya.

Umumnya, lanjut Fisher, perasaan cinta itu muncul dari daya tarik seseorang. Kaum pria cenderung jatuh cinta dengan wanita dari wajahnya yang cantik. Sementara kaum wanita lebih tertarik dengan pria yang berdompet tebal.

“Kita cenderung memilih pasangan yang memiliki daya tarik dengan tingkat yang sama. Dari sudut pandang evolusi, ini masuk akal karena pria ingin memperbaiki keturunan mereka sementara wanita mencari pria yang dapat membantu mereka untuk menyokong kebutuhan anak-anak mereka,” ujarnya.

Lalu apakah usia mempengaruhi keinginan untuk seks “Laki-laki muda memiliki testosteron 10 kali lebih pada awal 20-an, dan ini adalah puncak dorongan seks mereka. Di sisi lain, dorongan seksual untuk wanita saat berusia akhir 20-an dan awal 30-an,” ujarnya.

Menurut Fisher, semakin menurunnya tingkat testosteron pada pria cenderung membuat mereka lebih mengasihani. Sebaliknya, dengan menurunnya tingkat estrogen pada wanita seiring dengan usia, mereka akan menjadi lebih tegas. “Ini ada hubungannya dengan kenyataan bahwa proporsi testosteron dalam sistem wanita memainkan peran yang lebih besar layaknya estrogen,” katanya.

liputan6.com cinta atau nafsu

Perempuan Lebih Banyak Sesali Percintaan Dibandingkan Pria

Posted: 23 Mar 2011 11:00 PM PDT

Perempuan Lebih Banyak Sesali Percintaan Dibandingkan Pria. Perempuan dua kali lebih banyak dibandingkan pria terkait penyesalan tentang kehidupan romantis mereka, menurut sebuah laporan penelitian.

Terkait pengakuan penyesalan – khususnya di kalangan perempuan – masalah percintaan adalah sumber yang paling umum dari kecemasan, menurut temuan terakhir penelitian itu.

Dan dalam bidang hubungan romantis, semua orang tampaknya telah membuat keputusan yang mereka sesali, menurut Neal Roese, profesor pemasaran di Northwestern University’s Kellogg School of Business di Illinois.

370 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat – mulai usia 20-80 – ditanyai dalam survei telepon terkait daftar penyesalan terbesar mereka, dan isu yang paling sering disebutkan adalah hubungannya dengan cinta, kata Profesor Roese.

Sekitar 44 persen dari perempuan yang diwawancarai menyebut soal percintaan, sementara hanya 19 persen laki-laki yang menyebutkan hal itu, katanya.

Banyak penyesalan percintaan itu adalah tentang “seseorang yang telah pergi, peluang yang luput atau seseorang yang Anda kenal di perguruan tinggi tapi gagal,” kata Prof Roese.

Penyesalan yang paling umum kedua berpusat di sekitar isu-isu keluarga, seperti keinginan berbuat ramah untuk orang yang dicintai.

Penyesalan lain soal tidak kuliah atau tidak bercerai dengan cepat, atau memilih uang dibandingkan lainnya.

Prof Roese mengatakan banyak dari mereka yang ikut dalam survei ini sangat ingin untuk melakukan hal itu, dan beberapa bahkan menangis saat bercerita.

Tapi menyesali sesuatu bukanlah hal yang buruk. “Penyesalan adalah sesuatu yang dapat mendorong orang menjadi sukses dan lebih baik di masa depan,” kata Prof Roese.

“Ini motivator. Menguntungkan jika Anda mengambil pelajaran dan bergerak dengan cepat. Menjadi masalah jika Anda terus menyesalinya berulang-ulang.”

Studi ini akan diterbitkan dalam edisi mendatang Social Psychological and Personality Science.

tempointeraktif.com Perempuan Lebih Banyak Sesali Percintaan Dibandingkan Pria

10 ‘Pembunuh’ Rasa Cinta

Posted: 23 Mar 2011 10:59 PM PDT

Stres kerja dan tak lagi menjaga penampilan merupakan dua dari beberapa hal yang bisa melunturkan rasa cinta di antara pasangan masa kini. Demikian halnya seperti yang diungkap dari survey terbaru.

Survey yang dilakukan rumah produksi, Warner Brothers untuk promosikan film terbaru ‘Hall Pass’, menemukan bahwa pada usia pacaran atau perkawinan tertentu, umumnya pasangan dapat merasakan kebosanan. Dulu, banyak pasangan mengalami kebosanan pada usia hubungan menginjak 7 tahun. Tapi, kini rasa bosan bisa muncul lebih cepat, yaitu ketika hubungan memasuki usia 3 tahun.

Sekitar 2000 orang dewasa asal Inggris, yang sedang menjalani hubungan asmara jangka pendek atau jangka panjang berpartisipasi dalam survey ini.

Hasilnya, 67 persen dari responden mengungkapkan bahwa kebiasaan tertentu pasangan bisa menjadi penyebab rasa cinta lebih cepat pudar. Misalnya, makin lama usia hubungan, umumnya makin jarang memuji atau menerima pujian dari pasangan. Terbukti, 3 dari 10 responden yang telah berhubungan selama 5 tahun atau lebih, mengaku tidak pernah lagi mendapat pujian.

Hasil survey juga menunjukkan, tidak ada laginya waktu untuk diri sediri juga bisa menjadi ‘biang keladi’ melunturnya rasa cinta. Tiga perempat dari responden menyatakan, memiliki waktu untuk diri sendiri itu sangat penting dalam hubungan.

Sepertiga dari responden mengakui bahwa mereka perlu menghabiskan waktu sendiri atau bersama teman-teman setidaknyanya dua hari dalam sebulan. Tujuannya agar mereka tidak cepat jenuh dalam hubungan.

Lantas, apa saja yang dapat melunturkan rasa cinta seseorang? Sesuai hasil survey, berikut 10 hal yang bisa memudarkan kemesraan, seperti dikutip dari laman Shine:

1. Kenaikan berat badan, sebanyak 13 persen
2. Beda pendapat soal mengelola keuangan, sebanyak 11 persen
3. Jam kerja yang tinggi sehingga tidak punya kehidupan sosial, sebanyak 10 persen
4. Kebiasaan jorok, sebanyak 9 persen
5. Masalah keluarga besar, sebanyak 9 persen
6. Kurang bermesraan (bercinta, perhatian, dll), sebanyak 8 persen
7. Masalah kecanduan alkohol, 7 persen
8. Gangguan tidur, seperti mendengkur, sebanyak 6 persen
9. Tak menjaga penampilan, sebanyak 4 persen
10. Kebiasaan buruk di kamar mandi (meletakkan handuk sembarangan) sebanyak 4 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar