Senin, 14 Februari 2011

lagu cinta

lagu cinta


Mengapa Pria Sulit Mengungkapkan Cinta?

Posted: 14 Feb 2011 05:20 AM PST

Mengapa Pria Sulit Mengungkapkan Cinta? Pria cenderung sulit mengungkapkan cinta kepada pasangannya, terutama dalam bentuk ucapan. Meski begitu bukan berarti pria tak cinta pasangannya. Sikap pria seperti ini lebih disebabkan oleh hormon testosteron yang lebih tinggi dan membuatnya lebih sering beraksi daripada bereaksi dengan kata-kata. Memang, tidak berarti hormon ini harus dijadikan alasan bagi pria untuk tidak peka terhadap kebutuhan pasangan yang mendamba ungkapan cinta.

“Pria sulit mengatakan cinta, ‘I Love You’ yang bukan sekadar lip service tetapi dengan makna yang lebih dalam. Pria lebih menunjukkan cinta dalam bentuk aksi atau tindakan. Aksi pada pria ini didorong hormon testosteron, hormon agresivitas atau maskulinitas,” jelas psikiater dr Ratna Mardiati, SpKJ, dari Klinik Angsamerah, saat bincang-bincang bertema “Sex, Love and Human Brain” beberapa waktu lalu.

Sikap yang lahir alami ini jangan lantas dibiarkan begitu saja, sebab bisa memicu masalah dalam relasi hubungan. Anda tentu tahu, umumnya perempuan menginginkan pasangan yang mampu mengungkapkan cinta dengan kata dan aksi nyata. Perempuan, dengan hormon estrogen yang lebih dominan, cenderung mudah menyatakan cinta dan menginginkan pernyataan cinta dari pasangannya.

Friksi dalam relasi berpasangan kemudian terjadi karena perbedaan laki-laki dan perempuan dari kondisi hormonal ini. Pasangan perlu saling bertoleransi dan peka terhadap kebutuhan satu sama lain untuk mencari solusi masalah hubungan berpasangan ini. Laki-laki perlu pelan-pelan mengubah dirinya, sedangkan perempuan juga perlu memahami kesulitan atau kebiasaan pasangan yang tak bisa berkata cinta.

Pakar penyembuhan holistik dan praktisi yoga, Martine Cassagrande, mengatakan bahwa masalah utama pada pasangan adalah sikap saling menyalahkan. Bila pasangan tak bisa memenuhi keinginan Anda, bukan berarti ia salah, tetapi karena dia sedang menjadi dirinya sendiri.

“Karenanya dibutuhkan kompromi dan kesepakatan dengan saling mempertimbangkan kebutuhan masing-masing. Untuk itu dibutuhkan sikap saling memahami, kasih sayang dan rasa cinta, lalu munculkan opsi solusi apa saja yang harus dilakukan bersama,” jelas Martine, dalam kesempatan yang sama.

Ketidaksepahaman pria dan wanita dalam memaknai perbedaan individu inilah yang sering memicu pertengkaran. Ketika keduanya dipertemukan dalam satu sesi konseling, pada akhirnya keduanya akan menyadari kesalahan. Bahwa masing-masing orang berjalan sendiri-sendiri, berharap pasangan mengikuti keinginannya, tanpa menyadari bahwa pasangan telah melakukan banyak hal untuk menunjukkan cinta.

“Si perempuan merasa tak dicintai karena laki-laki tak pernah mengucapkan cinta. Sedangkan laki-laki tidak menerima dikatakan tidak menyintai pasangan karena merasa telah melakukan banyak hal untuknya. Pada akhirnya, dengan bantuan mediasi, keduanya sepakat bahwa telah terjadi salah paham dan menyadari kesalahan masing-masing. Mereka pun akhirnya menyatakan cinta,” tutur Martine, menceritakan pengalamannya mendampingi pasangan yang berkonsultasi masalah hubungan.

Solusi yang disarankan Martine saat mengalami masalah ini adalah dengan bernegosiasi. Termasuk negosiasi diri sendiri dengan memaafkan pasangan jika tak menjalani atau melakukan yang Anda inginkan, seperti suami yang tak menyatakan cinta kepada Anda. “Maafkan dia, lalu yakini dalam hati, bahwa sebenarnya suami menyintai Anda, hanya saja ia tak bisa mengatakannya. Jika perlu bicaralah pada diri sendiri, katakan, ‘Ya, dia menyintai saya’,” tandas Martine.

kompas.com Mengapa Pria Sulit Mengungkapkan Cinta?

Cara Bicara Cinta Tanpa Kata-Kata

Posted: 14 Feb 2011 05:18 AM PST

Cara Bicara Cinta Tanpa Kata-Kata. Jangan pernah menyepelekan ekspresi cinta. Jika pun Anda tidak tahu cara mengungkapkan cinta, kebiasaan baik ini bisa dilatih dan diupayakan. Tujuannya agar hubungan cinta dengan pasangan tetap hangat dan membuat pasangan merasa dicintai.

Psikiater dari klinik Angsamerah, dr Eka Viora, SpKJ, menjelaskan ungkapan cinta kepada pasangan bisa disampaikan melalui kata maupun perilaku. Jika cinta ibarat nyala api, ungkapan cinta adalah bahan bakar yang membuat nyala api ini tetap terjaga dan tidak akan meredup.

Mengungkapkan cinta kepada pasangan menikah menjadi penting, kata dr Eka, karena jika hubungan berpasangan minim ungkapan cinta dampaknya meluas ke diri pasangan maupun ke hubungan itu sendiri. Jika pasangan tak bisa menangkap keinginan atau kebutuhan pasangan mengenai pernyataan cinta, pasangan akan mencarinya di tempat lain. Tidak adanya ungkapan cinta dalam hubungan pasangan menikah, dalam waktu panjang, juga memicu perceraian bahkan percobaan bunuh diri.

“Kalau tidak ada intervensi, salah satunya dengan berkonsultasi, masalah hubungan berpasangan akan berujung pada perceraian. Bahkan ada pasien yang datang karena memendam masalah sekian lama. Pada usia 66 tahun, perempuan ini datang konsultasi dengan masalah hubungan pernikahan yang disebabkan kurangnya ungkapan kasih sayang dari pasangannya. Ia bahkan sudah melakukan percobaan bunuh diri karena masalah yang dialaminya,” jelas dr Eka, usai talkshow bertema “Mengungkapkan Cinta pada Pasangan dan Anak” yang diadakan Kompas Female dan klinik Angsamerah di Supermal Karawaci, Tangerang, Minggu (13/2/2011) lalu.

Kalau Anda merasakan masalah serupa, merasa kurang dicintai karena minimnya ungkapan cinta, jangan menyerah. Anda dan pasangan masih bisa mengupayakan kehangatan hubungan. Toleransi menjadi kunci utamanya, memahami pasangan dengan melihat kembali pola asuh di keluarganya. Karena menurut dr Eka, anak yang tumbuh dengan minim ungkapan cinta cenderung tidak sensitif terhadap orang lain dan tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengungkapkan cinta.

Anda juga tak harus menuntut pasangan mengungkapkan cinta, namun lebih kepada mencari solusi bersama. Cara paling sederhana, mulailah dengan membuat catatan kecil mengenai perasaan cinta kepada pasangan, atau berikan kejutan cinta apapun bentuknya. Belajarlah berlatih mengungkapkan cinta secara verbal secara bertahap bersama pasangan, saran dr Eka.

Ada beberapa cara lain untuk mengatakan “Aku menyintaimu” tanpa kata-kata. Tujuannya untuk menciptakan kehangatan dan kenyamanan karena dia merasa dicintai Anda. Coba saja praktekkan cara dari dr Eka ini:
* Genggam tangan pasangan, ini menunjukkan bahwa kita selalu ingin dekat dengannya. Kontak tangan berbicara tentang kehangatan dan persatuan.
* Rangkul dan peluk pasangan, karena transmisi panas memeluk akan berbicara tentang perlindungan.
* Tatap mata pasangan saat berbicara dengannya, karena dengan mempertahankan kontak mata ketika berkomunikasi, dia akan merasakan adanya ketulusan dan rasa percaya.
* Jangan ragu memberikan ciuman sepanjang waktu, pagi, siang, sore, malam hari. Ciuman juga bisa dikonversikan sebagai kebiasaan sehari-hari. Bukan hanya ciuman erotis tetapi lebih kepada ciuman lembut di pipi, dahi, tangan, mata, dan bahunya. Pasangan akan merasa dicintai sepanjang hari dengan cara ini.
* Peka terhadap pasangan yang sibuk seharian. Saat pasangan sibuk, berikan perhatian kepadanya. Hadiahkan pijatan lembut di pundak, punggung, atau kaki. Hadiah dari Anda membuat pasangan lebih rileks dan membantunya mengurangi stres.
* Berikan kejutan dengan catatan cinta, puisi cinta, bunga, atau makan malam romantis, tuliskan sesuatu melalui akun jejaring sosialnya, atau ciptakan perjalanan yang tak pernah diduganya namun begitu didambanya.

Laki-laki umumnya lebih sulit mengungkapkan cinta, namun kondisi ini bisa berubah jika Anda dan pasangan mau mengubahnya untuk menciptakan hubungan yang jauh lebih hangat dan sehat.

kompas.com Cara Bicara Cinta Tanpa Kata-Kata

Mengenal Senyawa-senyawa Cinta

Posted: 14 Feb 2011 05:16 AM PST

Mengenal Senyawa-senyawa Cinta. Tak sedikit orang yang memilih pasangannya dengan alasan karena “chemistry”-nya cocok. Sebenarnya, apa memang ada senyawa kimia yang bisa menumbuhkan benih-benih cinta di hati seseorang?

Kaitan antara perjodohan dengan senyawa kimia ini sudah ditemukan sejak 50 tahun lalu ketika peneliti Jerman, Adolf Betendandt, menemukan feromon, senyawa kimia yang dikeluarkan hewan untuk menarik pasangannya. Hewan-hewan yang sudah diteliti dan diyakini mempunyai feromon antara lain amuba, hamster, ngengat, gajah, ikan, lobster, kelinci, semut, serta kera.

Makna feromon adalah senyawa yang disekresi oleh satu individu dan diterima oleh individu lain pada spesies yang sama. Reaksi yang timbul pada lawan jenis sangat khas, salah satunya adalah perubahan perilaku, dari biasa saja menjadi “termehek-mehek.”

Bagaimana dengan manusia? Para ahli masih terus meneliti namun sejauh ini mereka cukup yakin kalau kelenjar-kelenjar di dalam tubuh manusia juga mengeluarkan bau khas. Aroma yang unik antar individu ini juga dipercaya menjadi semacam sex appeal.

Sejumlah peneliti juga menegaskan, sifat feromon pada manusia mungkin tidak seperti senyawa sejenis pada hewan. Manusia memiliki kemampuan visual yang sangat baik dan sangat berpengaruh dalam menimbulkan ketertarikan pada lawan jenis. Itu sebabnya sex appeal manusia tidak bergantung sepenuhnya pada feromon, tidak seperti pada binatang.

Hormon

Jika keberadaan feromon masih kontroversial, lain halnya dengan hormon-hormon dalam tubuh kita. Penelitian menunjukkan, ketika seseorang memandang kekasih hatinya, dopamin akan merangsang bagian tertentu di otak sehingga menimbulkan kekuatan, kegembiraan dan kebahagiaan.

Menurut Helen Fisher, PhD, guru besar antropologi Rutgers University dan penulis buku Why We Love, sesuatu yang mendebarkan saat bersama pasangan akan memicu produksi hormon dopamin dan norepinephrine. Hormon ini juga akan mendongkrak testosteron dalam sistem saraf yang meningkatkan gairah seks.

Peneliti-peneliti lain menunjukkan bahwa gangguan kimiawi tubuh memang terbukti ketika seseorang jatuh cinta. Misalnya didapatkan bahwa kadar serotonin orang yang terobsesi dan kekasihnya 40 persen lebih rendah dari kadar serotonin orang normal.

Hormon lain yang sering dikaitkan dengan cinta adalah oksitosin. Menurut penelitian, orang-orang yang setia pada pasangannya sampai kakek-nenek biasanya memiliki hormon oksitosin yang tinggi. Hormon oksitosin juga akan dikeluarkan oleh tubuh ketika seorang ibu menyusui bayinya.

Keampuhan hormon oksitosin ini sudah dimanfaatkan para ahli untuk menjual produknya yang diklaim mampu meningkatkan rasa cinta. Produk yang mengandung oksitosin dijual dengan klaim akan membuat orang yang memakai oksitosin ini terlihat lebih menarik di mata pasangannya.

Pada pria dan wanita ternyata hormon cinta ini bekerja dengan cara berbeda. Hormon ini akan membuat seorang wanita ingin merawat dan mengasuh bayinya serta membuat ikatan batin mereka menjadi kuat.

Sebaliknya pada pria, hormon testosteron dalam tubuh mereka membuat kadar oksitosin berkurang. Itu sebabnya mengapa naluri pengasuhan mereka tidak sekuat kaum hawa.

Di saat kita merasakan kenikmatan orgasme, tubuh akan mengeluarkan serotonin. Bersama dengan dopamin, serotonin bekerja meningkatkan gairah. Selain itu, serotonin juga membantu mengatur selera makan dan pola tidur, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kemampuan menahan rasa sakit.

kompas.com Mengenal Senyawa-senyawa Cinta

Mau Menghadiahkan Lingerie di Valentine? Baca Dulu…

Posted: 14 Feb 2011 05:15 AM PST

Mau Menghadiahkan Lingerie di Valentine? Baca Dulu… Hari Valentine dimanfaatkan banyak orang untuk menunjukkan ekspresi kasih sayangnya. Terlebih, bagi Anda yang sudah punya pujaan hati atau pun istri. Pada momentum ini, biasanya pasangan yang dimabuk cinta saling bertukar kado atau hadiah untuk mengungkapkan cinta kasih Valentine.

Nah, hadiah yang diberikan pun beragam. Mulai dari kata-kata manis yang dituliskan menjadi bait puisi, hingga cokelat atau pun aksesoris berbentuk hati. Ada satu barang yang harus kaum Adam perhatikan untuk diberikan saat Valentine tiba. Seperti diwartakan YourTango, Anda perlu memerhatikan beberapa hal sebelum memberikan pasangan Anda sebuah lingerie seksi di hari kasih sayang.

1. Perempuan ingin dicintai tanpa sebuah alasan. Anda perlu mencari tahu apa yang benar-benar membuat pasangan merasa dicintai. Mungkin itu adalah pakaian, mawar, permen, lilin makan malam, atau boleh jadi Anda musti menjaga anak-anak selama sehari, jika sudah berkeluarga tentunya. Pastikan hadiah yang Anda berikan adalah dari hati dan bukan bagian lain.

2. Ajaklah pasangan Anda ngobrol tentang hal yang membuatnya merasa begitu dicintai. Anda perlu tahu apa yang dia suka atau tidak, sebelum Anda mulai membeli hal-hal yang Anda ingin lihat, atau Anda pikir dia inginkan.

3. Jika pasangan Anda memang doyan memakai lingerie, maka belilah hadiah seksi itu bersamaan. Dengan cara ini, dia mendapatkan sesuatu yang membuatnya merasa nyaman, tentunya Anda juga bisa memberikan masukan (saran).

4. Coba pikirkan hadiah yang Anda berikan itu untuk siapa? Dan siapa yang benar-benar akan menikmatinya? Meskipun Anda mungkin membenarkan itu dengan mengatakan bahwa pada akhirnya Anda berdua akan menikmatinya, cobalah jujur dengan diri sendiri.

Kendati demikian, dari keempat poin tersebut, pastinya Anda begitu mengenal sosok wanita yang kini berada di samping Anda, mungkin untuk selamanya. Karena, hubungan yang indah akan terjalin jika ada saling pengertian dan komunikasi yang baik. Jika begini, Anda tak perlu bingung memberikan hadiah Valentine apa pun bentuknya.

liputan6.com Mau Menghadiahkan Lingerie di Valentine? Baca Dulu…

Valentine’s Day, Penafsiran Cinta yang Keliru

Posted: 14 Feb 2011 05:13 AM PST

Valentine’s Day, Penafsiran Cinta yang Keliru. Tanggal 14 Pebruari telah menjadi hari special yang ditunggu-tunggu oleh para remaja di dunia, tak terkecuali remaja di Indonesia.

Mereka terlanjur meyakini hari ini sebagai hari kasih sayang yang harus diisi dengan perayaan istimewa. Mulai dari saling tukar kado, menyatakan cinta, ciuman, sampai seks bebas merupakan aktifitas yang turut mewarnai valentine’s day.

Sejarah Valentine’s Day

Valentine’s Day yang kini dimaknai sebagai hari kasih sayang, tidak muncul dan diperingati begitu saja. Terdapat beberapa versi tentang asal-usul lahirnya Valentine’s Day.

Versi pertama, menurut catatan The World Book Encyclopedia (1998) disebutkan bahwa sejarah Valentine’s Day bermula dari sebuah kepercayaan di Eropa. Kepercayaan kuno ini menyebutkan bahwa cinta burung jantan dan betina mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari. Burung-burung memilih pasangannya pada hari itu.

Berdasarkan kepercayaan kuno dikalangan masyarakat Eropa kala itu, lalu kemudian mereka menganjurkan agar pemuda-pemudi memilih pasangannya di hari yang sama seperti berseminya cinta burung jantan dan betina.

Apalagi dalam bahasa Perancis Normandia terdapat kata Gelantine yang berarti cinta. Persamaan bunyi antara Gelantine dan Valentine inilah yang dijadikan dasar penetapan hari kasih sayang.

Versi kedua, menghubungkan Valentine’s Day ini dengan seorang pendeta. Menurut beberapa ahli sejarah bahwa Valentine’s Day diadopsi dari nama seorang pendeta bernama Saint Valentine.

Dia ditangkap oleh kaisar Claudius II karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih. Dia juga menolak menyembah Tuhan-Tuhan orang Romawi. Kaisar lalu memerintahkan agar dia di penjara dan pada akhirnya dijatuhi hukuman gantung.

Orang-orang yang bersimpati kepadanya, lalu menulis surat tentang kecintaan mereka kepada doa sang pendeta. Surat itu kemudian dipajang dan diikatkan di terali bekas penjaranya.

Sementara versi ketiga mengacu pada sebuah pesta yang dilakukan orang-orang Romawi kuno yang disebut Lupercalia. Inilah versi terkuat yang diyakini kebenarannya hingga saat ini.

Perayaan Lupercalia merupakan rangkaian pensucian di masa Romawi kuno. Upacara yang khusus dipersembahkan untuk mengenang dan mengagungkan dewi cinta (Queen of
Feverish Love) yang bernama Juno Februata.

Dalam pesta tersebut, para pemuda mengambil nama gadis di sebuah kotak secara acak. Nama gadis yang diambilnya tadi kemudian menjadi pendampingnya selama setahun untuk bersenang-senang.

Bergesernya Makna Valentine’s Day

Seiring berjalannya waktu, tahun 496 M Paus Gelasius I mengubah upacara ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day. Upacara untuk menghormati Saint Valentine yang mati digantung oleh kaisar Claudius. Dia digantung karena melanggar aturan kaisar yang melarang para pemuda untuk menikah.

Kaisar Claudius berpendapat bahwa tentara yang masih muda dan berstatus bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan. Lelaki yang belum beristri lebih sabar bertahan dalam perang dibandingkan tentara yang sudah menikah. Oleh Karena itu, kaisar memerintahkan untuk melarang kaum laki-laki untuk menikah.

Namun, Saint Valentine menentang kebijakan itu. Dia berpendapat bahwa pemuda-pemudi tetap harus mendapat ruang yang luas untuk melampiaskan hasrat cintanya. Dia lalu secara diam-diam menikahkan banyak pemuda.

Sejak orang-orang Romawi kuno mengenal agama Nasrani, maka pesta jamuan kasih sayang ini (pesta Lupercalia) lalu dikaitkan dengan upacara kematian Saint Valentine. Setelah Paus Gelasius menetapkan tanggal 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine.

Skhirnya perayaan ini berlangsung secara terus menerus setiap tahunnya hingga sekarang. Hari ini dijadikan sebagai momen untuk saling tukar menukar pesan kasih dan menempatkan Saint Valentine sebagai simbol dari para penabur kasih.

Hari Valentine ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga, cokelat, dan gua-gula. Hari Valentine juga diisi dengan acara kumpul-kumpul, pesta dansa, minum-minuman alkohol hingga pesta seks.

Singkatnya perayaan kasih sayang ini dipersembahkan untuk mengagungkan Saint Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, kepasrahan, dan keberanian dalam memperjuangkan cinta.

Sikap Seorang Remaja

Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kaum remaja khususnya pemuda-pemudi Islam? Haruskah mereka ikut hanyut dalam perayaan itu? Tentu jawabannya tidak. Karena Valentine’s Day bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Valentine’s Day justru telah merendahkan dan mempersempit makna cinta. Cinta dihargai sebatas cokelat, bunga mawar, greeting card, ciuman dan seks bebas. Valentine’s Day juga menyempitkan kasih sayang hanya sehari saja.

Padahal dalam Islam, kasih sayang itu perlu diaktualisasikan setiap saat dan disetiap tempat. Bahkan kita diperintahkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh manusia.

Perayaan Valentine’s Day juga menggiring remaja untuk melakukan seks. Hal itu dapat kita saksikan dengan jelas dari propaganda mereka. Seorang pakar kesehatan di Inggris bahkan menganjurkan seks di hari Valentine.

Olehnya itu, penulis secara pribadi dan sebagai pendidik mengajak kepada seluruh remaja khususnya pemuda-pemudi Islam untuk menjauhi dan tidak ikut-ikutan dalam perayaan ini. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka” (HR. Abu Daud)

detik.com Muhammad Rais Valentine’s Day, Penafsiran Cinta yang Keliru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar